LSM Gapelnas, Minta KPK Usut Proyek Inlet Danau Kerinci Rp. 12.6 M

98

Merangintoday.com, SUNGAI PENUH – Pengerjaan proyek pembangunan Inlet Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yang bersumber dari dana DIPA APBN SNVT pelaksanaan Jaringan sumber Air WSS VI Batang Hari Tahun anggaran 2022 yang dikerjakan PT Bangun Yodya Persada senilai Rp.12,6 Miliar DIduga adanya praktek Korupsi dan terkesan hanya hamburkan uang Negara.

Ketua Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Gapelnas Deliman kepada awak media mengatakan bahwa, banyak kejanggalan dan pembangunan proyek Inlet Danau Kerinci, kuat dugaan banyak pihak yang melakukan praktik korupsi, pasalnya proyek yang bernilai pantastis Rp . 12.6 Milyar di kerjakan asal jadi Selasa (26/07/22).

Deliman juga menjelaskan bahwa, SID untuk mengetahui kondisi lokasi (luas, batas-batas, dan topografi), kondisi tanah (keras/lunak), keadaan air tanah, peruntukkan lahan, rincian pembangunan lahan, data maupun informasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menentukan desain atau rancangan serta gambar bangunan, lanjut Deliman.

Sedangkan tujuan pembangunan inlet danau Kerinci agar dapat mengatasi terjadi nya banjir baik itu di kota sungai penuh maupun di kabupaten Kerinci pada umum nya yang di kerjakan oleh PT. BANGUN YODYA PERSADA.

“ Menurut pantauan kami di lapangan pengerjaan Inlet di Danau Kerinci ini tidak tepat sasaran dan terkesan hanya menghambur hambur kan uang Negara bisa kita lihat dari yang sudah dikerjaan saat ini”. Jelasnya lagi.

Delima juga menjelaskan, Seharusnya utk pengerjaan inlet ini sendiri minimal 5 s/d 10 meter ke dalaman, pengerukan nya dan di lanjutkan dgn pengerukan di pintu keluar baru bisa kita optimalkan untuk pencegahan banjir, jadi kalau hanya 5 meter saja manfaat nya utk mengatasi banjir boleh di pertanyakan, dan menurut hasil cek pengerukan yang dilakukan oleh pihak kontraktor masih sangat dangkal.

Selain itu Pengerjaan Proyek Inlet Danau Kerinci berada diatas tanah ulayat Desa Koto Tuo Ujung Pasir dan Desa Semerap, seluas 5 hektar, sehingga masyarakat banyak yang komplin hususnya masyarakat yang sumber kehidupannya mencari ikan.

Terpisah Konsultan Balai Andre saat di konfirmasi media ini mengatakan untuk proyek Inlet Danau Kerinci ini mengatakan proyek sudah berjalan hampir 5 bulan sementara untuk proyek inlet ini sendiri akan menghabiskan waktu sekitar 270 hari kalender, realisasi pekerjaan baru tercapai 13% “Rendahnya progres pekerjaan kendala cuaca dan pembebasan lahan.

Andre juga mengatakan, kurangnya pengawasan dari pihak Balai, yang mengakibatkan pekerjaan seperti di abaikan atau di ulur – ulur waktunya maklum lah proyek normalisasi sungai.

“Ya, timbunan dan pengerukan belum sampai 5 meter, tetapi akan ditambah nantinya,” pungkasnya. (*)

Penulis : Iwan Situmorang

Editor    : Fajri Sr

LEAVE A REPLY